Birthday,,

Kubujuk usiaku
sebelum usai bulan November
“Tidakkah engkau sabar menunggu barang sedetik sebelum kuusaikan doa singkatku?”

“Tuhan,” kataku lirih
“Gemetar tubuhku berdebar bersama jantungku. Oh, aku masih hidup, ternyata!”

Hari-hari melangkahi usia
memburu imanku
mengejar hari esokku
Di mana kini aku berada?

Kutercenung sejenak
membayangkan sebuah hari
ketika malaikat memberi sapa
“Man robbuka?” [Siapa Tuhanmu?]
“Man dimuka?” [Apa agamamu?]
“Man qiblatuka?” [Ke mana kiblatmu?]
maka gemetar ruhku
“Siapa Tuhanku? Ya, ya Allah Tuhanku!”
“Agamaku? Islam, agamaku!”
“Kiblatku? Ya, ya, ke mana kiblatku, ya Tuhanku?”
maka aku pun mesti istirah
sebelum siksamu menimpa ruh dan jasadku

Tik… tak… tik… tak…
Kubujuk usiaku
“Tidakkah engkau sabar menunggu barang sedetik sebelum kuusaikan doa singkatku?”

Tik… tak… tik… tak…
hari-hari pun terhimpun
detik demi detik
Hanya sekelumit yang bisa kunikmati
Waktu pun tersia-sia
menjadi masa lampau

Tik… tak… tik… tak..
Waktu mengingatkan
Bahwa usia tak bisa dibujuk
Merangkaki lingkaran waktu
Membelah tiga dimensi
Dulu, kini, dan esok
Menuju hari abadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s