Ikut Seminar Riri Riza “Film dalam Kebudayaan”

Ceritanya saya mengisi waktu luang yang kosong, daripada tidak melakukan apa-apa dikostan lebih baik saya mengikuti seminar “Film dan Kebudayaan” oleh Riri Riza di Gedung Roediro Universitas Jenderal Soedirman. Wah sangat menarik sekali Riri Riza membawakan materi tersebut dengan jelas dan lugas dan tentunya seperti seorang seniman sejati. Saya sangat menikmati sekali pembawaan dan penjelasan tentang Film dan Kebudayaan oleh Riri Riza dari awal sampai akhir. Memang dia juga salah satu inspirasi saya dalam hal dunia seni perfilman, tentunya selain hobi utama saya di dunia IT. 😀

Tentang Kode Kualitas Film

Selama ini begitu banyak file video/film bertebaran di internet. Dan begitu banyak pula istilah-istilah asing seperti DVDRip, HD, CAM, TS, SCR dan lainnya. Mungkin saja pembaca dibuat pusing dengan istilah-istilah tersebut, saat ini saya akan mencoba membahas istilah-istilah tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya

BD-Rip atau BRRip
Hampir sama dengan HD-Rip, cuma berasal dari Blu-ray Disk. Silakan lihat HD-Rip untuk lebij jelasnya.

CAM-Rip
CamRip biasanya di ambil atau di rekam dari suatu bisokop dengan mengunakan sebuah digital video camera (atau sejenisnya). Biasanya film jenis ini sangat buruk kualitasnya dikarenakan oleh sudut pengambilan yg kurang baik, atau goncangan camera. Serta kualitas suara yg buruk karena mengunakan onboard microphone pada camera tersebut. Kadang juga terdengar suara penontonnya. Karena faktor ini, kualitas film CAM sangat buruk sekali, mengingat banyak interferensi dan keadaan. Kelebihan dari CAM adalah ketersediannya, dalam waktu 24 jam setelah ditayangkan di bioskop biasanya telah ada di internet.

CVD
CVD adalah kombinasi dari format VCD dan SVCD yg umumnya supoort dengan kebanyakan DVD players. dan support MPEG2, bit-rates SVCD, dengan menggunakan resolusi 352×480 (ntsc). Umumnya orang jarang sekali ada yg merelease dalam format CVD.

DivX Re-Enc
DivX Re-Enc adalah seuatu jenis format yg di ambil dari sumber VCD asli dan kemudian di re-encoded menjadi kecil seperti DivX file. Biasanya format seperti itu hanya di temukan pada file sharing.

DivX / XviD
DivX adalah sebuah format yang di design untuk multimedia platform. Teknologi ini menggunakan 2 jenis codec, (1) low motion, (2) high motion. Kebanyakan film film tua di encode dengan menggunakan low motion only, karena teknologi film tersebut memiliki masalah pada high motion. Metode lainya disebut dengan SBC (Smart Bit-rate Control) yang dikembangkan untuk dapat men switch codecs pada saat encoding, dan menghasilkan gambar yang lebih baik. Format video ini menggunakan Ana orphic dan bit-rate/resolution sangat variatif. Sehingga DVD player pun dapat memainkan film dengan kualitas DivX ini, biasanya format ini akan lebih baik jika di encode dari DVD, dan biasanya akan memakan waktu sekitar 2jam per disc untuk meng konversi data nya. Beberapa codec yang tersedia biasanya menggunakan Divx3.11a dan XviD codec.

DVD Screener
DVD Screener adalah copy film dalam bentuk promosi (belum di release untuk umum) yang di kirim dari sebuah perusahaan film studio (dalam bentuk DVD Disk) yg belum di sensor atau di kritik dsb. Biasanya film-film DVD Screener sudah beredar dahulu di internet (di bajak dari orang dalam) dalam bentuk SVCD, DivX, XviD or DVDR. Copy an dari DVD Screener biasanya memiliki kualitas yg baik sama dengan final realese nya. Kekurangan nya biasanya di sertai dengan ekstra film lainnya ataupun timing yang masih terlihat.

DVD Rip
Copy dari final released DVD yang di Convert menjadi file berbentuk SCVD dan Divx/Xvid dengan kualitas yg cukup baik (biasanya tergantung dari master DVD yg ingin di Convert).

HD-Rip
Adalah hasil rip dari HD-DVD, memiliki kualitas gambar dan audio yang sangat baik. Biasanya diencoding dalam x264 dan audio 6 channel. Ada dua versi yang umum tersebar yaitu 720p dan 1080p, yang membedakan mereka adalah resolusi gambar yang dipakai, 720p (1280×720) sedangkan 1080p (1920×1080). Keduanya sama-sama memiliki aspek rasio 16:9 yang merupakan perbandingan antara lebar dan panjang video.

NTSC/PAL
NTSC punya frmae rate lebih tinggi dibanding PAL (29fps berbanding 25fps) tetapi PAL resolusinya lebih besar dan lebih tajam.

R3
Adalah Region 3 yang berasal dari Asia tenggara dan Asia timur (termasuk Hong Kong)
Qualitas R3 mirip dengan dvd. Mereka banyak menggunakan TS atau cam English audio rip karena high quality audio akan didapat pada bahasa Region 3.

R5 Line-atau R5/TC
Saat ini Russia movie studio mulai membatasi jumlah DVD yang masuk ke negaranya, ini diakibatkan untuk menghindari akan adanya pirate telecines (yang sering dilakukan di Rusia). Hingga saat ini, sangat jarang sekali ditemui telecines, dan kebanyakan film telecine yang kita lihat adalah R5 retail. R5 retail adalah hasil konversi dari studio, mereka pada dasarnya mencoba untuk memerangi pembajakan sehingga mereka membuat DVD dengan kualitas baik dan harga murah juga, hampir tidak ada cleanup di film nya setelah melalui proses telecine. Jadi perbedaan paling utamanya adalah, telecine dikeluarkan oleh para pembajak sedangkan r5 di keluarkan oleh studio yang menggunakan peralatan yang pro, professional studio dan orang orang yang professional. Qualitas dari R5 mirip dengan dvdscr, mereka juga biasanya menggunakan TS atau english cam audio rip karena kualitas audio yang lebih tinggi dibanding bahasa Rusia.

SCREENER (SCR)
Adalah sebuah pre VHS tape, yang di kirimkan ke berberapa toko rental, yang digunkan untuk promosi. Screener biasanya menggunakan VHS tape, dan berada dalam aspec ratio 4:3 (full screen). Biasanya pada film jenis ini pada bagian bawahnya terdapat “ticker” (sebuah pesan yang terdapat copyright dan anti-copy beserta nomor telepon). Biasanya film jenis ini anda akan merasa sedikit terganggu dengan ada teks yang tiba tiba keluar dari bagian bawah film, ataupun juga warna film menjadi hitam putih, tergantung dari teknologi yang digunakan untuk menghindari anti kopi, kebanyakan dari film screener di transfer ke bentuk VCD, ataupun SVCD.

SVCD
SVCD adalah dasar format mpeg2 (sama dengan DVD). Dengan bit-rates di atas 2500kbits pada resolusi 480×480 (NTSC)
dengan decompressed kedalam aspect ratio 4:3 pada saat play back. Karena perbedaan bit-rate dan lebih panjang di banding dengan VCD maka tidak akan muat di masukan ke dalam single CDR.

TELECINE (TC)
Telecine adalah sebuah metode pengkopian film digital langsung dari pita. Kualitas suara dan gambarnya sudah sangat baik, namun karena peralatan yang dibutuhkan untuk merekam telecine ini sangat jarang ditemui dan sudah menjadi langka. Biasanya film ini juga akan di perbaiki aspect ratio nya, dengan menggunakan standar 4:3 telecine.

TELESYNC (TS)
Hampir sama dengan CAM namun telesync menggunakan external audio source (sebuah audio jack yang terletak di kursi digunakan untuk orang yang sulit mendengar). Dengan memanfaatkan direct audio source belum tentu memastikan kualitas dari audio source tersebut, terkadang ada juga background noise yang menginterferensi. Biasanya telesync di putar oleh bioskop yang sepi yang memutar film dengan menggunakan proyektor khusus dengan professional camera, telesync mungkin akan memberikan kualitas gambar yang lebih baik dan qualitas suaranya juga. Namun biasanya persentase Telesyncs adalah CAM yang telah di label ulang.

TVRip
Adalah format yg di ambil dari media TV seperti acara olahraga, berita, wawancara dsb. Baik yg berasal dari TV cable/stellite . PDTV (Pure Digital Television) memiliki kualitas yg baik,yg di ambil dari TV PCI card (atau Tv tunner) umumnya kualitasnya lebih baik. Dan semua jenis itu di convert dalam bentuk SVCD/VCD/Divx/Xvid.

VCD
VCD adalah dasar format mpeg1 dengan constant bitrate 1150kbit pada resolusi 352×240 (NTCS). VCD biasanya di gunakan untuk transfer dengan kualitas rendah seperti (CAM/TS/TC/Screener(VHS)/TVrip(analogue) di buat dengan ukuran yg kecil dan layak dalam satu jenis ukuran disk (cd 650Mb). biasanya jenis format VCDs dan SVCD umunya lebih mengunakan ukuran waktu di banding Mb.

VHSRip
VHSRip adalah hasil transfer dari kaset VHS (biasanya dari video VHS) seperti olahraga,video dsb,yg di convert dalam bentuk SVCD/VCD/Divx/Xvid.

WORKPRINT (WP)
Workprint adalah hasil copy dari film yang belum selesai. Bisa jadi ini adalah missing scene, music, dan qualitasnya dapat berkisar dari excellent sampai ke very poor. beberapa WPs terkadang berbeda dengan final print (seperti film Men In Black ada yang hilang alien nya, dan beberapa aktor yang tidak berada pada tempatnya) lainya juga terkadang terdapat extra scenes. WP hanya akan menjadi koleksi sebelum anda memiliki film dengan kualitas sebenarnya.

XVCD/XSVCD
Sama dengan format dasar (VCD/SVCD) yg memiliki resolusi dan bit-rates tinggi (spt VCD/SVCD).tetapi format XVCD/XSVCD biasanya tergantung oleh player yg akan di gunakan (umunya tdk semua support sept VCD). X(S)VCD adalah bukan standar resmi. dan biasanya hanya di gunakan pribadi untuk home-ripping oleh orang2 yg memang tdk ada niat utk di perjualbelikan.

X264
X264 adalah open source encoder untuk H.264,codec yg di gunakan untuk High-Definition movies di HD-DVDs and Blue-Ray Discs. X264 merupakan avi.format yg populer sekarang karena memiliki kualitas lebih baik.

Istilah Lainnya :

RARset
Movie yang dihasilkan akan di berikan dalam bentuk kompresi format RAR, dapat berbentuk fromat RAR v2 (rar>.rxx) atau RAR v3 (part01.rar > partxx.rar).

NFO
NFO biasanya berisi informasi peng uploader atau ripper movie untuk mempromosikan group mereka, dan memberikan sedikit informasi mengenai release film nya, seperti format, source, size, dan beberapa notes yang informatif. Mereka juga melakukan recruit untuk member baru.

SFV
Biasanya dalam semua film film terdapat SFV. File ini digunakan untuk site level untuk memeriksa kalau masing masing file sudah ter upload dengan benar, dan ini akan memastikan kalau orang yang mendownload file tersebut akan memiliki acuan CRC dan mengetahui apakah filenya corrupt atau tidak. Gunakan program seperti pdSFV atau hkSFV untuk membaca file ini.

PROPER
Ini adalah semacam scene rules, misalkan ada orang pertama yang mengeluarkan Telesync namun di waktu yang lain, ada orang lain lagi mengeluarkan telesync film juga, dengan kualitas yang lebih baik tentunya maka tag PROPER akan ditambahkan di dalam filename ini. PROPER juga berarti dapat dikatakan kalau file yang sama lebih baik dari yang sebelumnya. Alasan dari tag PROPER selalu dimasukan didalam NFO.

SUBBED
Biasanya dalam film yang ada tag ini sudah diberikan encode subtitles didalam movie tersebut. Biasanya ini dalam format bahasa yang tidak umum seperti Indonesia/ malaysia/chinese/thai dan lainya, dalam SVCD mampu mengsupport untuk melakukan switch subtitles, beberapa DVDRip juga sudah disertai dengan subtitle.

Sumber : IDWS

9 Tips Dasar Travel Fotografi oleh Rahmayanti Akmar

Kali ini saya dapat artikel menarik dari detikTravel yang memuat tentang travel fotografi yang ditulis oleh Rahmayanti Akmar, sayang sekali kalau artikel seperti ini tidak dishare.

Semua tulisan dibawah ini adalah karya Rahmayati Akmar, tidak ada yang ditambah atau dikurangi. Semoga tips-tips berikut dapat membantu anda menjadi fotografer yang lebih baik.

1. Travel light
Kita harus ngelihat dulu mau ke mana dan ngapain. Kalo emang sekiranya gak perlu bawa flash seterang senter satpam yang suka jaga malam, lensa segede dosa, dll, mending gak usah bawa. Malah yang harus dibawa adalah barang-barang krusial seperti jas hujan, air minum, ataupun topi.

2. Pakailah outfit dan sepatu yang nyaman
Jins ketat, sama boots tinggi emang kece berat. Iya, kalo situ mau manggung di kawinan anaknya Haji Ramli di kampung belakang. Tapi bakal nyusahin kalo medannya ribet, gak ada porter. Lagipula kita kan bukan mau moto diri sendiri. Jangan terlalu overdress dan parno.

3. Traveling bukan hanya moto alam
Yak, betul sekali. Semua komponen bisa jadi unsur penting bercerita. Seperti kuliner, kegiatan daerah, permainan anak-anak daerah tersebut, dan sebagainya.

4. Pelajari budaya setempat
Selalu sopan karena kita seperti “masuk ke rumah orang”. Misalnya saja kalo mau masuk keraton, pura, atau tempat-tempat yang dianggap suci harus tanya-tanya apa yang boleh dan nggak boleh. Kalo nggak boleh moto, jangan maksa. Percaya gak percaya, kakak dari ayofoto pernah cerita kalo filmnya dia kebakar semua ketika ngotot daerah yang gak boleh difoto. Jreng! Jreng! *zoom in* *zoom out*

5. Catet apa yang kita foto
Kalo foto udah banyak, kita kadang jadi bingung apa cerita di balik foto itu. Makanya tiap motret, catet dikit sejarah objek foto tersebut. Bisa dengan nanya-nanya penduduk, ataupun cari referensi di internet. Jangan lupa bawa notes kecil.

6. Pelajari kamera
Kata siapa buat dapet foto keren harus kamera DSLR yang rumit kayak soal TTS seribuan yang dijual di kereta? Kamera poket juga bisa dahsyat kalo dioptimalkan. Jangan males baca, karena SEMUANYA ADA DI MANUAL.

7. “Jika hasil foto kurang bagus, berarti kita kurang dekat”
Ya, ada pepatah yang bilang begitu. Menurut saya, hal ini tersurat sekaligus tersirat. Apa maksud tersurat? Tentunya ya berani deketin objek foto, mainkan fitur zoom. Maksud dari yang tersirat, mungkin kita harus tahu apa cerita di balik objek foto itu sehingga kita bisa lebih motret pake hati. :)

8. Tripod. Wajib/tidak?
Tripod memang ideal untuk memotret tempat yang memiliki cahaya kurang. Namun jika tidak memungkinkan (tanah yang tidak rata, bawaan yang sudah over weight), maka kita harus kreatif. Pakai timer, tembok, ataupun pundak temen.

9. Persiapkan semua alat sebelum tidur
Mau jadi fotografer harus disiplin. Kadang-kadang sangking capeknya, kita main geletakin alat-alat motret begitu aja. Duh duh duh.. Charge semua alat meskipun belum kosong, pindahin semua memory card ke storage yang ada, dan bersihkan semua alat dari debu. Kamera underwater jangan lupa dibersihin pake air tawar. Siapa tahu besok gak nemu listrik dan air tawar, ya kan? Nah, kalo semuanya dirapihkan sebelum tidur kan lebih enak, sehingga besok pas bangun pagi lebih santai dan gak grabak grubuk.

“Owning a DSLR doesn’t make you a photographer”